MENJAGA KESEHATAN MATA

MENJAGA KESEHATAN MATA

Oleh: Nur Alfiatun Nikmah
Email: nuralfiatunn@gmail.com


Mata atau yang dalam bahasa latin disebut oculus adalah organ penglihatan yang berfungsi  mendeteksi cahaya dan mengubah impuls elektrokimia pada sel saraf. Menurut Jogi (2009:3)  mata adalah organ penglihatan yang terletak di rongga orbit, berbentuk bulat dengan  ukuran 2,5 cm dan bervolume 7 cc. Ruang antara mata dan organ orbital ditempati oleh  jaringan. Dinding tulang dari orbit dan lemak membantu melindungi mata dari cedera.

Menurut Purnomo (2003:15) mendefinisikan mata merupakan alat indra yang terdapat pada
manusia. Secara konstan mata menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk, terpisah
perhatikan objek yang dekat dan jauh serta menghasilkan gambaran yang kontinu yang 
dengan segera dihantarkan ke otak. Sehingga dapat disimpulkan jika mata adalah sebuah indera  yang dapat menghasilkan gambar dan objek sebagai pusat perhatian dengan cara mendeteksi  jumlah cahaya.

Mata adalah salah satu organ sensoris yang berperan sangat penting dalam kehidupan. Sangat penting bagi kita untuk mengetahui bagian-bagian anatomi mata sehingga kita dapat menjaga kesehatan mata kita. Berikut merupakan detail anatomi mata yang dijelaskan oleh dr. Evy I Apidian, SpM.
a. Kelopak mata (palpebra)
Adalah lipatan kulit yang lunak dan berfungsi untuk menutupi dan melindungi mata,
menyebarkan air mata secara merata di permukaan mata sehingga melumasi mata, dan
membuat mata berkedip.
b. Selaput mata (konjungtiva)
Adalah lapisan tipis transparan dari jaringan yang menutupi bagian depan mata.
Konjungtiva berfungsi menjaga kelembagaan mata dan bagian dalam kelompok mata,
melindungi mata dari benda asing penyebab infeksi (debu, kotoran, dan  mikroorganisme), dan menyediakan nutrisi bagi mata dan kelompok mata.
c. Kornea
Adalah lapisan terluar pada mata berupa selaput mata selaput bening berbentuk kubah,
yang menutupi bagian depan mata yang berfungsi sebagai jalan masuknya cahaya pada
mata sehingga mata dapat melihat dunia.
d. Bilik mata depan
Adalah ruang yang terletak di belakang pelindung dan di iris depan. Berupa kantung yang  mirip jeli yang dikenal dengan istilah anterior chamber. Berfungsi untuk membantu
membawa nutrisi ke jaringan mata dan sebagai penyeimbang tekanan di dalam mata.
e. Iris dan murid
Iris adalah bagian yang berwarna (di Indonesia kebanyakan berwarna cokelat dan
cokelat kehitaman). Murid  adalah lubang kecil di tengah iris yang berfungsi untuk  mengatur cahaya yang masuk ke dalam bola mata.
f. Lensa
Adalah bagian mata untuk menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya ke retina.
Berbentuk cembung dengan bagian sisi depan dan belakang, diselimuti selaput, dan
berada di belakang iris. Berfungsi untuk mengatur fokus cahaya sehingga cahaya jatuh
tepat pada itik kuning retina.
g. Badan kaca (vitreus)
Adalah cairan yang akan mengisi rongga di belakang bola mata. Terletak di belakang
lensa mata (berbeda dengan cairan aqueous humor yang adanya di depan lensa mata)
dan menyentuh bagian retina belakang.
h. Retina dan saraf optik
Adalah sebuah jaringan yang peka terhadap cahaya yang melapisi permukaan bagian
cahaya yang melapisi permukaan bagian dalam anatomi mata. Retina memiliki
pembuluh darah, bintik buta (makula), dan saraf optik. Sel di retina berfungsi untuk
Mengubah cahaya masuk menjadi impuls listrik yang dibawa oleh saraf optik ke otak
dan dipermak sebagai gambar atau objek yang bisa dilihat oleh mata.
i. Bintik buta (makula)
Adalah area sensitif kecil di tengah retina yang memberikan penglihatan sentral yang
berfungsi untuk membantu mata menangkap cahaya yang tertangkap sehingga kita
dapat melihat berbagai warna dan detail objek dengan jelas.

Seperti organ lain, mata juga dapat mengalami gangguan entah karena faktor internal maupun
faktor eksternal tiap individu. Adapun gangguan yang ingin dibahasa lebih dalam adalah  katarak. Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Kemenkes Indonesia tahun 2018,  sebanyak 34,47% penduduk Indonesia yang menderita katarak mengalami kebutaan. Katarak adalah suatu kelainan pada lensa mata manusia, dimana terjadi risiko kekeruhan pada lensa mata  yang menyebabkan penglihatan buram hingga kebutaan. Pada umumnya,
katarak berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu namun seiring berjalannya  waktu penderita katarak merasa seperti melihat pemandangan yang bekabut, sulit dibaca, dan sulit melakukan aktivitas sehari-hari.

Pada umumnya katarak disebabkan akibat proses penuaan atau trauma yang menyebabkan  perubahan pada jaringan mata. Dengan bertambahnya usia, lensa akan semakin tebal dan tidak  fleksibel yang menyebabkan munculnya protein dan mengurangi cahaya yang masuk ke retina.
Hal inilah yang menyebabkan pandangan kabur dan tidak tajam. Selain itu ada faktor lain
seperti konsumsi obat tertentu dalam waktu yang lama, paparan racun, dan lain-lain.

Sebenarnya katarak dapat dicegah dengan berbagai upaya seperti melakukan pemeriksaan mata rutin ke dokter spesialis mata, melindungi mata dari benturan atau trauma benda asing, menjaga kadar gula darah khususnya pengidap diabetes melitus, melakukan aktivitas dengan pencahayaan terbaik (tidak terlalu gelap atau tidak terlalu terang), dan menggunakan kacamata  saat membaca.

Katarak yang dialami pasien bisa diobati dengan prosedur operasi katarak. Ada beberapa jenis tindakan operasi katarak yang biasa dilakukan antara lain.
a. ECCE (Ekstraksi Katarak Ekstra Kapsular)
Merupakan teknik operasi katarak konvensional, di mana lensa dikeluarkan melalui sayatan selebar 8-10 mm. Kekurangan dari teknik operasi ini adalah waktu
penyembuhan dan pemulihan yang lebih lama.
b. SICS (Operasi Katarak Sayatan Kecil)
Teknik operasi ini menggunakan jahitan dengan sayatan 6-10 mm. Proses operasi ini
membutuhkan waktu 15-30 menit.
c. Operasi Fakoemulsifikasi
Merupakan operasi tanpa jahitan, dimana pasien dapat pulih dan sembuh lebih cepat.
Proses operasi ini membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit. Teknik operasi ini mampu
mengurangi rasa nyeri, ngeres atau ketidaknyamanan setelah operasi. Teknik ini
memiliki kelebihan dari teknik lain karena membutuhkan waktu pemulihan lebih
singkatnya dibandingkan dengan teknik lain, yaitu berkisar 2 minggu hingga 1 bulan.
d. Lasik (Laser In Situ Keratomileusis) atau LVC ​​(Laser Vision Correction)
Adalah prosedur laser untuk koreksi gangguan refraksi (mata minus/rabun jauh,
silinder, dan rabun dekat) sehingga terbebas dari alat bantu penglihatan seperti
kacamata dan lensa kontak.

Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati. Salah satu langkah penting untuk mencegah katarak dan mengetahui kondisi kesehatan mata adalah dengan melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter mata yang bisa dilakukan secara daring maupun luring. Ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan ketika kita melakukan konsultasi
langsung dengan profesional (dalam konteks ini yaitu dokter mata), seperti deteksi dini
kondisi terkini mata, bisa membuat tindakan mengenai cepat dan tepat tentang apa yang harus dilakukan, konsultasi dengan dokter spesialis di bidangnya, dan yang paling penting bisa melakukan sharing dan mendapatkan informasi tentang berbagai topik mengenai kesehatan mata.

Mata adalah berkat yang Tuhan berikan kepada kita yang tidak dapat ditukar dengan nikmat
apapun. Oleh karena itu, marilah kita mulai menyadari betapa pentingnya menjaga dan merawat kesehatan mata seperti kita merawat anggota tubuh lainnya. Ayo kita jaga kesehatan mata, jendela dunia dan kehidupan kita! Mari Prioritaskan Kesehatan Mata!

Popular posts from this blog

Jenis Gaya Belajar pada 5 (Lima) Siswa SMP Eka Tjipta Kayung