Jenis Gaya Belajar pada 5 (Lima) Siswa SMP Eka Tjipta Kayung
Jenis Gaya Belajar pada 5 (Lima) Siswa SMP Eka Tjipta Kayung
Nur Alfiatun Nikmah
F1071221038
PENDAHULUAN
Belajar merupakan suatu proses yang dilakukan secara terus-menerus yang menyebabkan terjadinya perubahan berupa pengetahuan dan perilaku. Setiap individu memiliki cara pandang mereka sendiri terhadap setiap peristiwa yang dialaminya. Cara pandang inilah disebut dengan “Gaya Belajar”. Gaya belajar adalah cara setiap individu dalam menyerap informasi baik mudah dan sulit, bagaimana dalam berkonsentrasi, memproses dan menampung informasi yang masuk ke otak. Gaya belajar setiap individu dipengaruhi oleh faktor alamiah (pembawaan) dan faktor lingkungan. Manfaat mengetahui gaya belajar, yakni dapat menentukan cara yang lebih efektif dengan kemampuan belajar secara maksimal sehingga hasil belajar yang diperoleh optimal (Mufidah, 2017).
Saputri (2016), ada tiga macam gaya belajar, yakni :
1. Gaya belajar visual
Gaya belajar visual adalah proses pembelajaran yang mengandalkan penglihatan untuk menerima informasi dan pengetahuan. Artinya, harus ada bukti konkret yang diperlihatkan terlebih dahulu kemudian bisa mempercayainya. Adapun ciri-ciri bagi seseorang yang memiliki gaya belajar visual ini , yaitu :
• Kebutuhan melihat suatu informasi secara visual untuk mengetahui dan memahaminya.
• Memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna.
• Tertarik terhadap seni.
• Memiliki kesulitan dalam berdialog langsung.
• Terlalu reaktif terhadap suara.
• Sulit mengikuti anjuran lisan.
• Sering kali salah menginterpretasikan ucapan.
2. Gaya belajar auditori
Gaya belajar adalah proses pembelajaran yang mengandalkan pendengaran untuk memahami dan mengingat. Artinya, mendengar lalu bisa memahami dan mengingat informasi itu. Adapun ciri-ciri bagi seseorang yang memiliki gaya auditori ini, yaitu :
• Semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran.
• Memiliki kesulitan menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung.
• Memiliki kesulitan dalam menulis dan membaca.
3. Gaya belajar kinestetik
Gaya belajar kinestetik mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar dapat mengingatnya. Ciri-ciri gaya belajar kinestetik adalah :
• Menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya.
• Sulit berdiam diri atau duduk, selalu ingin bergerak.
• Mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya aktif.
• Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar.
• Menyukai praktikum daripada teori.
• Menyukai permainan dan aktivitas fisik.
METODE
Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif yang melibatkan 5 siswa SMP Eka Tjipta Kayung dengan cara memberikan angket melalui google form. Siswa SMP Eka Tjipta yang berjumlah 5 orang tersebut mengisi angket dengan memberi centang Ya atau Tidak sesuai dengan apa yang mereka alami dan rasakan. Di dalam angket tersebut dituliskan juga mengenai ciri-ciri setiap gaya belajar. Hasil dari angket tersebut dianalisis. Analisis ini dilakukan dengan menggolongkan gaya belajar setiap individu.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Setiap individu memiliki kecenderungan untuk belajar sangat beragam dan dipengaruhi oleh beberapa hal, yakni cara seseorang menyerap informasi, mengolahnya dan mewujudkannya dalam kehidupan nyata. Cara seorang menyerap informasi disebut dengan gaya belajar. Setiap individu memiliki gaya belajar yang berbeda. Dalam nyatanya, gaya belajar terpengaruh pada hasil yang diperoleh. Realitas kehidupan sehari-hari, ada individu yang mudah menerima informasi dengan melihat, mendengarkan dan melalui praktek atau bergerak dengan anggota tubuh.
Adapun hasil dari angket google form, dari 5 orang siswa SMP Eka Tjipta memiliki gaya belajar beragam. Gaya belajar visual berdasarkan angket menunjukkan bahwa mereka memerlukan ilustrasi dari apa yang diajarkan supaya bisa memahaminya, tertarik pada seni, menyukai dan membaca buku beserta ilustrasi. Gaya belajar auditori berdasarkan angket menunjukkan bahwa mereka terkadang membayangkan apa yang didengar, mudah mengingat orang lebih cepat dengan 4 responden, mengingat dengan cara mengucapkan terlebih dahulu, membicarakan dengan suara keras untuk memecahkan masalah, mendengarkan rekaman. Gaya belajar kinestetik berdasarkan angket menunjukkan bahwa terdapat 5 responden yang tidak suka duduk berlama-lama, lebih mudah belajar dengan keterlibatan anggota tubuh.
Lima (5) siswa SMP Eka Tjipta Kayung memiliki gaya belajar yang beragam. Artinya, siswa SMP Eka Tjipta Kayung tersebut belum dapat memahami dan mengetahui gaya belajar yang ada pada dirinya sehingga hasil belajar belum optimal.
KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil pembahasan adalah gaya belajar ada tiga, yakni gaya belajar visual, gaya belajar auditor dan gaya belajar kinestetik. Setiap gaya belajar memiliki ciri-ciri tertentu pada seseorang yang memiliki gaya belajar itu. Gaya belajar visual, auditor dan kinestetik dimiliki oleh 5 siswa sehingga belum dapat dikatakan bahwa tiap individu memiliki gaya belajar tertentu. Lima (5) siswa SMP Eka Tjipta Kayung tersebut belum memahami dan mengetahui gaya belajar yang ada pada dirinya sehingga hasil belajar belum optimal.
REFERENSI
Mufidah, L. L. (2017). Memahami Gaya Belajar Untuk Meningkatkan Potensi Anak. Martabat : Jurnal Perempuan dan Anak, 1(2), 245-260.
Saputri, F. I. (2016). Pengaruh Gaya Belajar Visual, Auditori, dan Kinestetik Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Prima Edukasia, 3(01), 25-36.